14/08/2008 08:27:37 GROBOGAN (KR) - Para dosen dan karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) dan Akademi Kebidanan (Akbid) An-Nur Purwodadi, Kabupaten Grobogan, resah, menyusul adanya sekelompok orang yang mengaku sebagai pengurus Yayasan An-Nur Purwodadi telah menduduki kampus tempat mereka mengajar.
"Para dosen dan karyawan terpaksa mengungsi ke STIKes Ngudi Waluyo Ungaran Kabupaten Semarang, karena merasa tidak tenang. Setiap keluar dari kampus, kami digeledah oleh orang tak dikenal itu," kata Ketua STIKes An-Nur Eko Susilo SKep Ns MKep ketika minta perlindungan kepada Pemkab Grobogan, Selasa (12/8). Eko Susilo datang bersama Direktur Akbid An-Nur Sri Martini SSit dan tujuh dosen.
Mereka diterima Wabup Grobogan H Icek Baskoro SH, Asisten III Sekda Drs H Sri Mulyadi MM, Kepala Dinas P dan K Grobogan Drs Bambang Rusminto MM dan Kepala Satpol PP Drs Yudhi. Dijelaskan Eko, kampus STIKes dan Akbid An-Nur yang berlokasi di Jalan Gajahmada Purwodadi telah diduduki dan dikuasai orang tak dikenal yang mengaku sebagai pengurus Yayasan An-Nur Purwodadi. Padahal setahunya, orang asing tersebut bukan pengurus Yayasan An-Nur Purwodadi.
"Mereka menguasai dan mengambil alih STIKes dan Akbid An-Nur, serta melakukan berbagai upaya baik tindakan psikis maupun fisik, sehingga membuat seluruh civitas akademika STIKes dan Akbid An-Nur ketakutan, dan sangat mengganggu proses belajar mengajar, termasuk mengganggu proses penerimaan mahasiswa baru. Karena tindakannya itu, kami bersama 45 dosen dan karyawan terpaksa mengungsi ke STIKes Ngudi Waluyo Ungaran Kabupaten Semarang," jelas Eko penuh keprihatinan.
Yang paling parah lagi, lanjut Eko, adalah perbuatan mereka yang menginginkan menguasai keuangan STIKes dan Akbid An-Nur, dengan melakukan intervensi langsung kepada pengurus dan petugas pendaftaran penerimaan mahasiswa baru. "Jika kampus tetap diduduki orang tak dikenal tersebut, kami khawatir pelaksanaan wisuda sekitar 204 mahasiswa akan batal dilaksanakan, karena para pengurus, dosen dan karyawan tidak nyaman masuk ke dalam kampus," tambah Eko Susilo.
Diakuinya, kasus tersebut sebenarnya sudah pernah dilaporkan kepada berbagai pihak, termasuk ke pejabat yang berwenang. Namun sampai saat ini belum ada hasilnya.
Menanggapi hal itu, Wabup Icek Baskoro mengaku prihatin atas masalah yang muncul di kampus STIKes dan Akbid An-Nur. "Untuk membantu menyelesaikan masalah ini, kami harus bertemu dengan pengurus yayasan dulu," kata Icek.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar